Tempat untuk konsultasi seputar penyakit kelamin keluar nanah pada pria

Disinilah Tempat untuk konsultasi seputar penyakit kelamin keluar nanah pada pria, silahkan kontak kami di 082115006446 pelayanan konsultasi gratis dan kami menjaga privasi anda sekaligus memberikan solusi pengobatan dengan obat yang ampuh dan terpercaya.
Di bagian artikel kali ini kami juga memberikan informasi mengenai penyakit kelamin jika ada waktu silahkan anda baca artikel kami sampai selesai atau klik salah satu jenis penyakit kelamin berikut :
Klik Penyakit Sipilis
Klik Penyakit Kencing Nanah 
Klik Penyakit Kutil Kelamin
Klik Penyakit Wasir
Klik Ciri Ciri Penyakit Kelamin 
HIV AIDS
Ketika pertama kali mendengar istilah AIDS tentunya yang berada dalam pikiran kita adalah gambaran sebuah penyakit yang berbahaya dan sampai saat ini belum ditemukan jenis obat serta cara pengobatannya. Penyakit AIDS yang kita ketahui saat ini, termasuk dalam kategori Penyakit Menular Seksual (PMS).
A.    FAKTOR PENYEBAB
AIDS yang merupakan singkatan dari Acquired Immune Deficiency Syndrome adalah kumpulan penyakit yang diakibatkan sebagai dampak dari perkembangbiakan virus Human Immunodeficiency Virus atau lebih sering disebut virus HIV. Jenis virus ini menyerang sel darah putih (sel CD4) sehingga mengakibatkan rusaknya sistem kekebalan tubuh manusia. Apabila seseorang telah terkena virus ini, maka akan mudah terjangkit berbagai macam penyakit, baik penyakit berat maupun ringan sekalipun.
Virus HIV yang menyerang sel kekebalan tubutv| menjadikannya tempat berkembang biak virus HIV baru. Kemudian dapat menyebabkan kerusakan pada sel darah putih serta mematikan fungsi kerjanya. Ketika seseorang terkena virus HIV, virus ini tidak langsung menyebabkan penyakit AIDS tapi memerlukan waktu yang cukup lama.

B.    6EJALA KLINIS
Pada awalnya, seseorang yang terkena virus HIV umumnya tidak menunjukkan gejala yang khas. Biasanya, penderita hanya mengalami demam selama 3-6 minggu, tergantung pada daya tahan tubuh saat mendapat kontak virus HIV tersebut. Setelah kondisi mulai membaik, orangyang terkena virus HIV akan tetap sehat dalam beberapa tahun ke depan. Namun, perlahan-lahan kekebalan tubuhnya mulai menurun sehingga jatuh sakit karena serangan demam yang berlangsung secara berulang. Salah satu cara untuk mendapatkan kepastian penyakit tersebut adalah dengan menjalani Uji Antibodi HIV, terutama jika seseorang merasa telah melakukan aktivitas yang berisiko terkena virus HIV.Meskipun demikian, terdapat beberapa gejala yang mungkin bisa untuk dijadikan sebagai penanda bahwa seseorang telah terkena virus HIV:
Penderita biasanya mengalami nafas pendek, batuk, nyeri dada, dan demam seperti terserang infeksi virus lainnya.
Penderita mengalami gangguan saluran pencernaan. Gejala gangguan pencernaan ini, bisa berupa hilangnya nafsu makan, mual dan muntah.
Penderita AIDS mengalami apa yang disebut wasting syndrome, yang merupakan kehilangan berat badan tubuh sehingga 10% di bawah normal.
Terjadinya gangguan pada syaraf pusat yang mengakibatkan berkurangnya daya ingat, sakit kepala, susah untuk berkonsentrasi, sering kebingungan dan respon anggota gerak terlambat.
5.    Para penderita mudah terserang virus cacar air atau cacar api dan berbagai macam penyakit kulit lainnya.
6.    Wanita yang terserang virus HIV sering kali mengalami penyakit jamur pada vagina.
C.    PENULARAN
Penularan penyakit AIDS bisa terjadi melalui dua cara, yaitu kontak langsung dan kontak tidak langsung.
1.    Kontak Langsung
Kontak langsung yang dimaksud adalah hubungan intim dengan penderita AIDS, baik yang dilakukan secara vaginal maupun anal (anus).
2.    Kontak Tidak Langsung
Kontak tidak langsung dalam penularan penyakit AIDS bisa terjadi melalui cara-cara berikut ini:
•    Transfusi darah yang berasal dari penderita AIDS.
•    Penggunaan jarum suntik secara bergantian dengan penderita AIDS.
Penggunaan jarum suntik secara bergantian dengan penderita AIDS.
•    Seorang ibu hamil yang menderita AIDS bisa menularkan kepada bayi yang dilahirkannya.
•    Pemberian ASI dari seorang ibu menyusui yang menderita penyakit AIDS.

D.    PENGOBATAN
Meskipun berbagai negara telah melakukan penelitian untuk mencari obat penyakit ini, hasil yang diperoleh juga belum begitu memuaskan. Dewasa ini, yang bisa dilakukan oleh dokter
yang bisa memperkuat daya tahan tubuh orang tersebut, serta memberikan sebuah sosialisasi untuk menghindar dari penyakit ini sebelum semuanya terlambat.
E.    PENCEGAHAN
Berikut ini beberapa hal yang bisa kita lakukan agar terhindar dari penyakit AIDS, di antaranya adalah sebagai berikut:
•    Hindari berganti-ganti pasangan seksual.
•    Gunakan kondom ketika berhubungan intim, khususnya dengan penderita AIDS.
•    Pemeriksaan tes ELISA pada setiap darah donor.
•    Hindari penggunaan jarum suntik secara bergantian dengan penderita AIDS.

SIFILIS
Penyakit sifilis merupakan penyakit yang telah lama dikenal oleh masyarakat sebagai akibat dari berhubungan seks bebas dan berganti-ganti pasangan. Sifilis merupakan jenis penyakit yang cukup sangat berbahaya dan bersifat menular, sehingga penyakit ini termasuk dalam kategori penyakit menular seksual (PMS).
A.FAKTOR PENYEBAB
Penyebab penyakit sifilis adalah bakteri yang berukuran angat kecil yang dinamakan Treponema Pallidium. Bentuk fisik Yeponema Pallidium ji^a diamati menggunakan mikroskop ini eperti caring dan menyerupai spiral yang bergoyang sangat
lincah. Bakteri ini dapat masuk ke dalam tubuh melalui infeksi pada bagian tubuh yang lembab dan memiliki lapisan mukosa, misalnya pada mulut dan alat kelamin. Bakteri ini dapat menimbulkan rasa sakit yang dikenal dengan istilah ‘chancre’, dan rasa sakit ini mirip dengan rasa sakit yang diakibatkan oleh penyakit maag.
B.    GEJALA KLINIS
Tanda dan gejala yang ditunjukkan oleh penyakit sifilis bervariasi sesuai dengan fase munculnya penyakit tersebut. Umumnya, gejala penyakit ini berkembang melalui empat fase, diantaranya fase primer, fase skunder, fase laten, dan fase tersier.
1. Fase Primer
Pada fase ini, sifilis akan membentuk luka atau ulkus yang tidak nyeri pada tempat yang terinfeksi. Bagian tubuh yang paling sering terinfeksi adalah penis, vulva, atau vagina. Rasa nyeri juga bisa dirasakan di anus, rektum, bibir, lidah, tenggorokan, leher rahim, jari-jari tangan, atau bagian tubuh lainnya.
2.   Fase Skunder
Pada fase ini, penderita sifilis akan mengalami ruam dikulit. Ruam tersebut biasanya muncul dalam waktu 6-12 minggu setelah infeksi terjadi. Ruam ini dapat terjadi hanya sebentar atau beberapa bulan. Meskipun tidak diobati, ruam ini akan menghilang. Tetapi, beberapa minggu atau bulan
kemudian akan muncul ruam yang baru lagi.
3. Fase Laten
Pada fase ini, sifilis umumnya tidak menunjukkan gejala sama sekaii. Fase ini bisa berlangsung bertahun-tahun, berpuluh-puluh tahun, atau bahkan sepanjang hidup bagi penderita. Pada awal fase laten, luka yang menular kembali muncul.
4. Fase Tersier
Pada fase ini, penderita tidak lagi menularkan penyakitnya. Gejala yang muncul bervariasi, dimulai dari yang ringan sampai sangat parah. Sifilis tersier bisa terjadi kira-kira 3-15 tahun setelah infeksi awal. Gejalanya bisa dibagi ke dalam tiga bentuk yang berbeda:

• Sifilis Gummatous atau sifilis akhir bening yang biasanya terjadi 1-46 tahun setelah infeksi awal, dengan rata-rata IS tahun. Fase ini ditandai dengan adanya pembentukkan gumma kronik yang lembut, mirip peradangan bola tumor yang bisa bermacam-macam, dan sangat signifikan. Bentuk gumma umumnya memengaruhi kulit, tulang, dan liver, tetapi bisa terjadi di manapun.
Neurosifilis yang merujuk pada infeksi yang melibatkan sistem syaraf pusat, tanpa gejala, atau dalam bentuk meningitissifilistikyangberhubungandengankeseimbangan yang lemah dan nyeri kilat pada ekstrimitas lebih rendah. Akhir neurosifilis umumnya terjadi 4-25 tahun setelah infeksi awal.
Sifilis kardiovaskuler yang biasanya terjadi 10-30 tahun setelah infeksi awal. Kompilasi yang paling umum adalah syphilitic aortitis yang dapat mengakibatkan pembentukkan aneurisme.
Sifilis ini dapat menimbulkan efek serius seperti kerusaka sistem syaraf, jantung, atau otak. Selain itu, luka-luka mengerikan juga bisa tercipta di mulut, daerah sekitar kelamin, dan bahkan seluruh tubuh penderita pada tingkat yang parah.
C.    PENULARAN
Penyakit Sifilis adalah penyakit yang telah lama dikenal akibat berhubungan seks bebas dan berganti-ganti pasangan. Sifilis merupakan jenis penyakit yang cukup berbahaya dan bersifat menular, karena diakibatkan oleh jenis bakteri.
Sifilis adalah penyakit kelamin menular yang disebabkan oleh bakteri spiroseta, atau lebih dikenal dengan nama Treponema pallidum, Bakteri ini berbentuk spiral, merupakan bakteri yang motil atau bakteri yang dapat bergerak, yang umumnya menginfeksi melalui kontak seksual langsung, bakteri ini masuk ke dalam tubuh inang melalui celah di antara sel epitel.
Selain melalui hubungan seksual, sifilis bisa menular kepada janin oleh ibu yang menderita penyakit ini. Struktur tubuh bakteri penyebab sifilis Treponema pallidum yang berbentuk heliks memungkinkan untuk bergerak dengan pola gerakan yang khas untuk bergerak di dalam medium kental seperti lendir (mucus). Dengan demikian organisme ini dapat mengakses sistem peredaran darah dan getah bening inang melalui jaringan dan membran mucosa.
Bakteri Sifilis bisa menginfeksi bayi yang berada dalam kandungan. Mengenai akibatnya, ini tergantung pada berapa lama ibu hamil terinfeksi Sifilis. Ibu juga berisiko tinggi ( melahirkan dengan kondisi bayi cacat bahkan meninggal. Jika tidak segera ditangani, Sifilis akan menjadi penyakit yang serius hanya dalam waktu beberapa minggu.
Tubuh yang terinfeksi akan memproduksi antibody yang dapat dideteksi dalam darah. Kadar rendah antibodi dapat bertahan dalam darah dalam hitungan bulan atau tahun bahkan setelah penyakit Sifilis sembuh. Karena Sifilis dapat menginfeksi bayi dalam kandungan, maka ibu hamil disarankan melakukan tes darah. Penderita Sifilis yang masih dalam tahap perawatan harus berhenti melakukan hubungan seksual sampai luka-lukanya sembuh sempurna. Penderita Sifilis harus menginformasikan kepada pasangannya, sehingga pasangannya dapat melakukan tes Sifilis dan segera diobati bila ternyata juga terkena infeksi.
D.    PENGOBATAN
Pengobatan alami penyakit sipilis dapat diracik dari tanaman kumis kucing, terutama bagian daunnya, karena tanaman ini memiliki kandungan zat glikosida orthosiphonin yang diyakini dapat melarutkan asam urat dalam tubuh, juga fosfat dan oksalat. Tanaman kumis kucing tidak hanya bisa dijadikan obat untuk penyakit sipilis, karena tanaman ini juga dikenal memiliki khasiat untuk mengatasi berbagai gangguan serta penyakit lain seperti rematik, batuk, pilek, sembelit, nyeri punggung, infeksi atau radang ginjal, batu ginjal, diabetes, albuminuria, dan infeksi kandung kemih.Pengobatan alami penyakit sipilis tidak hanya bisa memanfaatkan tanaman kumis kucing atau bagian daun kumis kucing sebab ada beberapa tanaman lain yang juga memiliki khasiat untuk mengatasi penyakit sipilis. Tanaman tersebut adalah daun binahong dan alang-alang. Kedua jenis tanaman ini sudah sangat dikenal di kalangan masyarakat akan khasiat serta Keampuhannya dalam mengatasi berbagai gangguan kesehatan pada tubuh manusia, termasuk untuk mengatasi penyakit sipilis .
E. PENCEGAHAN
Cara mencegah penyakit sifilis dilakukan untuk menghindari tertularnya penyakit sifilis. Pencegahan sifilis sebagai penyakit menular seksual adalah dengan tidak melakukan hubungan seksual yang tidak aman. Karena, hampir semua jenis penyakit menular seksual ditularkan melalui hubungan seksual yang tidak aman.
Ada beberapa cara pencegahan sifilis, diantaranya
adalah:
•    Berhenti melakukan kontak seksual dalam jangka waktu lama
•    Memiliki satu pasangan tetap untuk melakukan hubungan seksual
•    Menghindari Alkohol dan obat-obat terlarang
•    Membicarakan secara terbuka mengenai riwayat penyakit kelamin yang dialami bersama pasangan
•    Biasakan menggunakan kondom bila harus berhubungan seksual dengan orang yang tidak dikenal

F. CIRI-CIRI
Ciri Ciri atau Tanda – Tanda Pada Pria:
1.    Keluarnya cairan atau kotoran dari penis pada laki-laki.
2.    Nyeri selama hubungan seksual atu pada saat buang air kecil.
3.    Kerongkongan terasa sakit atau ada luka kerongkongan pada orang-orang dengan oral seks.
4.    Nyeri pada daerah sekitar anus denga anal seks.
5.    Luka memerah tanpa rasa sakit pada daerah kelamin, anus, kerongkongan dan/atau lidah.
6.    Bintik merah pada kulit dan bersisik pada telapak tangan dan telapak kaki.
7.    Urin atau air kencing berwarna gelap, feses berwarna terang, mata dan kulit berwarna kuning.
8.    Timbul lepuh kecil pada daerah kelamin yang berubah menjadi koreng (kerak kering pada luka).
9.    Pembengkakan pada kelenjar limfe, demam dan nyeri atau rasa sakit pada seluruh tubuh.
10.    Gejala infeksi yang aneh, lelah yang tidak dapat dijelaskan mengapa, keringat malam, berat badan menurun.

Ciri Ciri atau Tanda – Tanda Pada Wanita:
1.    Keluarnya cairan yang tidak normal dari saluran kencing dan/atau liang senggama (keputihan yang banyak, berbau amis, berwarna putih kehijauan).
2.    Rasa nyeri ketika kencing atau saat berhubungan seksual.
3.    Rasa gatal di alat kelamin atau sekitarnya.
4.    Adanya lecet, luka kecil (kadang ada yang tidak terasa sakit) yang disertai dengan pembengkakan kelenjar getah bening.
5.    Adanya perubahan warna kulit dan mata.
6.    Pada wanita, penyakit ini tidak menunjukkan gejala yang jelas atau bahkan tidak mengalami keluhan sama sekali, sehingga wanita mudah menjadi sumber penularan.
7.    Komplikasi berupa bartolitis, yaitu membengkaknya kelenjar Bartholin sehingga penderita susah jalan karena nyeri.
8.    Komplikasi dapat ke atas menyebabkan kemandulan, jika ke rongga perut menyebabkan radang di perut dan usus.
9.    Selain itu baik pada wanita atau pria dapat terjadi infeksi sistemik (seluruh tubuh) ke sendi, jantung, selaput otak dan Iain-lain.
10.    Pada ibu hamil, bila tidak diobati, saat melahirkan mata bayi dapat terinfeksi, bila tidak cepat ditangani dapat menyebabkan kebutaan.
KENCING NANAH
Kencing nanah atau gonore (bahasa Inggris: gonorrhea atau gonorrhoea) adalah penyakit menular seksual yang disebabkan oleh Neisseria gonorrhoeae yang menginfeksi lapisan dalam uretra, leher rahim, rektum, tenggorokan, dan bagian putih mata (konjungtiva). Gonore bisa menyebar melalui aliran darah ke bagian tubuh lainnya, terutama kulit dan persendian. Pada wanita, gonore bisa menjalar ke saluran kelamin dan menginfeksi selaput di dalam pinggul sehingga timbul nyeri pinggul dan gangguan reproduksi.
Neisseria gonorrhoeae merupakan bakteri gram negatif, nonmotil, tidak membentuk spora, berkembang berkoloni membentuk diplokokus, atau pun tunggal monokokus. Manusia merupakan satu-satunya inang alami bakteri ini. Untuk menginfeksi, bakteri membutuhkan kontak langsung dengan mukosa tubuh, bisa lewat hubungan seks, atau penggunaan toilet duduk. Bakteri ini menempel dengan pilinya.
A. GEJALA
Pada pria, gejala awal gonore biasanya timbul dalam waktu 2-7 hari setelah terinfeksi. Gejalanya berawal sebagai rasa tidak enak pada uretra dan beberapa jam kemudian diikuti oleh nyeri ketika berkemih (kencing) serta keluarnya nanah dari penis. Sedangkan pada wanita, gejala awal biasanya timbul dalam waktu 7-21 hari setelah terinfeksi. Penderita seringkali tidak merasakan gejala selama beberapa minggu atau bulan, dan diketahui menderita penyakit tersebut hanya setelah pasangan hubungan seksualnya tertular. Jika timbul gejala, biasanya bersifat ringan. Tetapi beberapa penderita menunjukkan gejala yang berat, seperti desakan untuk berkemih, nyeri ketika berkemih, keluarnya cairan dari vagina, dan demam. Infeksi dapat menyerang leher rahim, rahim, saluran telur, indung telur, uretra, dan rektum serta menyebabkan nyeri pinggul yang dalam ketika berhubungan seksual.
Wanita dan pria homoseksual yang melakukan hubungan seks melalui anus (seks anal) dapat menderita gonore pada rektumnya. Penderita akan merasakan tidak nyaman di sekitar anusnya dan dari rektumnya keluar cairan. Daerah di sekitar anus tampak merah dan kasar, serta tinjanya terbungkus oleh lendir dan nanah.
Hubungan seksual melalui mulut seks oral dengan seorang penderita gonore biasanya akan menyebabkan gonore pada tenggorokan (faringitis gonokokal). Umumnya, infeksi tersebut tidak menimbulkan gejala, namun kadang-kadang menyebabkan nyeri tenggorokan dan gangguan untuk menelan.
Jika cairan yang terinfeksi mengenai mata, maka bisa menyebabkan terjadinya infeksi mata luar (konjungtivitis gonore). Bayi yang baru lahir juga bisa terinfeksi gonore dari iunya selamaprosespersalinansehinggaterjadipembengkakanpada kedua kelopak matanya dan dari matanya keluar nanah. Jika infeksi itu tidak diobati, maka akan menimbulkan kebutaan.
Penyakit gonore/kencing nanah termasuk salah satu penyakit yang menakutkan teruntuk pria dan wanita cukup umur. Penyakit yang terbeken oleh karena itu efek melalui penyakit kelamin seksual, yang umumnya dialami dengan pra pria dan wanita cukup umur yang sudah melangsungkan hubungan seks. Gonore termasuk penyakit menular seksual yang disebabkan dengan bakteri Neisseria gonorhoeae yang menginfeksi lapisan dalam saluran kandung kemih, leher rahim, rektum, tenggorokan, serta bagian putih matorral. Penyakit gonore terkait meraih menyebar melintasi aliran darah ke bagian tubuh yang lain terutama di dalam kulit & persendian. Apabila penyakit gonore terkait menyerang wanita, lalu wanita tersebut mampu merasa nyeri panggul serta gangguan reproduksi. Penyakit gonore terkait bukan semata-mata menyerang pria dan wanita cukup umur. Namun bayi yang akan lahir sekalipun mampu terinfeksi gonore melalui ibunya apabila semasa consignee kelahiran berlaku pembengkakan di dalam kedua kelopak matanya & mengeluarkan nanah. Apabila bukan lekas ditangani & diobati, mampu menyebabkan kebutaan di dalam bayinya.
Ciri-ciri kencing nanah pada laki-laki:
Tanda-tanda dan gejala gonore pada pria meliputi disuria atau keluarnya nanah berwarna putih, kuning, atau hijau dari uretra yang biasanya muncul 1-14 hari setelah infeksi. Banyak gonore pada pria tidak menunjukkan gejala. Kasus komplikasi gonore pada pria dapat mengakibatkan epididimitis, j juga mungkin terjadi rasa sakit atau nyeri pada testis dan. skrotum.
Gejala Gonore pada wanita:
Kebanyakan wanita dengan gonore tidak menunjukkan gejala, dan bila ada sebagian besar hanya ringan dan tidak spesifik sehingga mereka keliru menafsirkan terkena infeksi vagina atau kandung kemih. Gejala gonore pada wanita meliputi tanda-tanda disuria, peningkatan keluarnya cairan vagina atau terjadinya perdarahan pada vagina walaupun bukan dimasa haid. Perempuan penderita GO beresiko terkena komplikasi serius dari infeksi walaupun tidak ada gejala yang muncul.
Infeksi gonore juga dapat menyerang dubur pada pria dan wanita dengan gejala seperti keluarnya cairan, gatal pada anal, nyeri, perdarahan, atau buang air besar yang menyakitkan. Infeksi bakteri pada faring (tenggorokan) dapat menyebabkan sakit tenggorokan, tetapi biasanya asimtomatik (tanpa gejala).
B. PENULARAN
Cara Penularan Kencing Nanah (Gonore):
Kencing nanah atau gonore (GO) adalah salah satu penyakit menular seksual (PMS) yang paling sering terjadi. Gejalanya cukup jelas tetapi beberapa orang mengalaminya tanpa gejala. Bagaimana cara penularannya?    Orang yang terkena gonore umumnya tertular pertama kali karena kontak dengan orang yang terinfeksi saat melakukan hubungan seksual melalui vagina, oral, anus. Sedangkan kontak non seksual terjadi pada ibu hamil yang terkena gonore kemudian menularkan pada anaknya saat proses persalinan.
Bakteri ini masuk melalui lapisan dalam uretra (saluran kemih), leher rahim, rektum (jalur usus besar ke anus) dan tenggorokan atau bagian putih mata (konjungtiva).
Gonore bisa menyebar melalui aliran darah ke bagian tubuh lainnya, terutama kulit dan persendian. Pada wanita, gonore bisa naik ke saluran kelamin dan menginfeksi selaput di dalam panggul sehingga timbul nyeri panggul dan gangguan reproduksi.
Masa inkubasi, dari waktu terpapar bakteri sampai mengembangkan gejala biasanya 2 sampai 5 hari. Tetapi bisa saja tak bergejala sampai 30 hari.
C. TAN DA-TAN DA
Gejala pada wanita:
Pada wanita, gejala awal kadang-kadang sangat ringan hingga keliru dengan infeksi kandung kemih atau infeksi vagina.
Gejala bisa meliputi:
•    Sering buang air kecil dan sakit
•    Anus gatal, nyeri dan terjadi pendarahan
•    Cairan vagina abnormal
•    Pendarahan vagina abnormal selama atau setelah berhubungan seks atau antara periode haid
•    Alat kelamin terasa gatal
•    Perdarahan haid tidak teratur
•    Perut bagian bawah terasa sakit
•    Perdarahan haid tidak teratur
•    Kelenjar bengkak dan nyeri pada pembukaan vagin (kelenjar Bartholin)
•    Hubungan seksual terasa menyakitkan
•    Yang jarang terjadi, sakit tenggorokan dan penyakit mata menular

Gejala pada pria:
Pada pria, gejala biasanya cukup jelas, tetapi beberapa orang mengalami gejala ringan atau tanpa gejala, dan tanpa disadari dapat menularkan infeksi gonore untuk pasangan seksnya.
Gejala bisa meliputi:
•    Cairan penis abnormal (terlihat seperti susu pada awalnya, kemudian kuning, lembut, dan berlebihan, kadang-kadang darah kebiruan)
•    Sering buang air kecil dan sakit
•    Anus gatal, nyeri dan terjadi pendarahan
•    Yang jarang terjadi, sakit tenggorokan dan penyakit mata menular
Gejala-gejala gonore yang telah menyebar dari kelamin ke daerah lain meliputi:
•    Ruam
•    Radang sendi atau arthritis
•    Tendon meradang

WASPADAI!
Orang yang rentan terkena gonore dan penularannya:

•    Kepadatan tinggi daerah perkotaan di antara kaum muda di bawah usia 24 tahun yang memiliki banyak pasangan seks dan melakukan hubungan seksual tanpa kondom
•    Infeksi Gonore 1,5 kali lebih sering terjadi pada pria daripada wanita
•    Meski gonore merupakan PMS, ada beberapa bukti yang menunjukkan bahwa hal itu dapat terjadi karena kutu pubis, yang bisa terdapat pada tempat-tempat kotor
•    Gonore biasanya ditularkan melalui hubungan seks vagina dan anus
•    Kontak oral sering tidak menularkan gonore
•    Bakteri gonore menyukai daerah hangat dan lembab seperti mulut, rektum, vagina dan uretra
Gonore dapat ditularkan dari ibu kepada bayinya selama proses kelahiran
D. PENGOBATAN DAN PENCEGAHAN
Pengobatan gonore biasanya dengan suntikan tunggal seftriakson intramuskuler (melalui otot) atau dengan pemberian antibiotik per-oral (melalui mulut) selama 1 minggu (biasanya diberikan doksisiklin).
Jika gonore telah menyebar melalui aliran darah, biasanya penderita dirawat di rumah sakit dan mendapatkan antibiotik intravena (melalui pembuluh darah, infus).
Akan tetapi sebelum ciri-ciri kencing nanah tersebut terjadi pada diri Anda ada baiknya Anda melakukan pencegahari; dengan cara:
•    Berpola hidup sehat, karena pola hidup sehat merupakan langkah awal untuk menghindari berbagai macam penyakit
•    Hindari melakukan aktivitas seks melalui mulut (oral sex)
•    Melakukan aktivitas seks dengan sehat dalam artian tidak menyimpang seperti melakukan seks pada anus dan tidak berganti-ganti pasangan.
•    Apabila terlanjur terjangkit segeralah pergi kerumah sakit untuk menangani penyakit tersebut, dan lakukanlah pemeriksaan rutin dalam proses pengobatan kencing nanah tersebut.
Selalu berusaha bertaqwa kepada-NYA pasti anda terhindar dari penyakit ini.
HERPES GENITAL
Herpes Genitali adalah infeksi akut (STD= sexually transmitted disease), yang disebabkan oleh Virus Herpes Simplex (terutama HSV= Herpes Simplex Virus type II), ditandai dengan timbulnya vesikula (vesikel = peninggian kulit berbatas tegas dengan diameter kurang dari 1 cm dan dapat pecah menimbulkan infeksi seperti koreng kecil) pada permukaan mukosa kulit (mukokutaneus), bergerombol di atas dasar kulit yang berwarna kemerahan.
Saat ini dikenal dua macam herpes yakni herpes zoster dan herpes simpleks. Kedua herpes ini berasal dari virus yang berbeda. Herpes zoster disebabkan oleh virus Varicella zoster, loster tumbuh dalam bentuk ruam memanjang pada bagian ibuh kanan atau kiri saja. Jenis yang kedua adalah herpes lpleks, yang disebabkan oleh herpes simplex virus (HSV). HSV ndiri dibedakan menfSdi dua jenis, yaitu HSV-1 yang umumnya
menyerang bagian badan dari pinggang ke atas sampai di sekitar mulut (herpes simpleks labialis), dan HSV-2 yang menyerang bagian pinggang ke bawah. Sebagian besar herpes genitalis disebabkan oleh HSV-2, walaupun ada juga yang disebabkan oleh HSV-1 yang terjadi akibat adanya hubungan kelamin secara orogenital, atau yang dalam bahasa sehari-hari disebut dengan oral seks, serta penularan melalui tangan.
A. GEJALA

Herpes genitalis primer memiliki masa inkubasi antara 3-7 hari. Gejala yang timbul dapat bersifat berat tetapi bisa juga tidak tampak, terutama apabila lukanya berada di daerah mulut rahim pada perempuan. Pada awalnya, gejala ini didahului oleh rasa terbakar beberapa jam sebelumnya pada daerah dimana akan terjadi luka. Setelah luka timbul, penderita akan merasakan gejala seperti tidak enak badan, demam, sakit kepala, kelelahan, serta nyeri otot. Luka yang terjadi berbentuk vesikel atau gelembung-gelembung. Kemudian kulit tampak kemerahan dan munculah vesikel yang bergerombol dengan ukuran sama besar. Vesikel yang berisi cairan ini mudah pecah sehingga menimbulkan luka yang melebar. Bahkan ada kalanya kelenjar getah bening di sekitarnya membesar dan terasa nyeri bila diraba.
Pada pria gejala akan tampak lebih jelas karena tumbuh pada kulit bagian luar kelenjar penis, batang penis, buah zakar, atau daerah anus. Sebaliknya, pada wanita gejala itu sulit terdeteksi karena letaknya tersembunyi. Herpes genitalis pada wanita biasanya menyerang bagian labia majora, labia minora, klitoris, malah acap kali leher rahim (serviks) tanpa gejala klinis. Gejala itu sering disertai rasa nyeri pada saluran kencing.
Namun, jika seorang pria telah terinfeksi herpes, genitalis, ada tanda dan gejala umum yang biasa terjadij diantaranya adalah:
•    Kesemutan dan gatal-gatal di daerah alat kelamin
Kesemutan dan gatal di daerah kelamin merupakan gejala herpes genitalis yang paling umum. Hal ini disebabkan virus sudah mulai merusak jaringan kulit yang ada di kelamin dan menyebabkan gatal-gatal atau seperti kesemutan.
•    Timbulnya benjolan berisi cairan pada penis atau daerah genital.
Benjolan ini bisa sekecil jerawat namun banyak. Benjolan ini jika pecah dapat menyebabkan luka perih pada kulit. Luka ini akan menyebabkan luka kering seperti koreng setelah beberapa hari.
•    Gejala mirip penyakit flu, seperti demam, kelelahan, pusing kepala, dan anggota badan terasa sakit dan linu.
Gejala herpes genitalis yang satu ini, menyebabkan para penderitanya tidak menyadari bahwa mereka sudah terinfeksi virus herpes. Karena gejalanya hampir sama dengan gejala penyakit flu. Setelah sembuh dari gejala ini, biasanya penderita melakukan hal-hal yang dapat menularkan virus herpes genitalis. Hal inilah yang membuat penyakit herpes genitalis menyebar.
Pembengkakan kelenjar getah bening yang berada di selangkangan
Terjadinya pembengkakan pada daerah selangkangan disebabkan virus herpes genitalis yang menyerang daerah genital saja. Namun jika pembengkakan terjadi daerah lain, bisa jadi berbeda jenis virus herpesnya.
Nyeri atau terasa seperti terbakar saat buang air kecil Virus herpesgenitalismerupakanvirusyang menyerang aerah genital atau alat kelamin. Karena itu nyeri saat buang air cil adalah salah satu gejalanya.
B. PENULARAN DAN PENCEGAHAN
Baik HSV-1 maupun HSV-2 menular melalui kontak kulit, ciuman, hubungan seks dan oral seks. Herpes paling mudah ditularkan pada masa terjadinya luka aktif. Akan tetapi virus juga dapat menyebar selama tidak ada gejala yang tampak, dan ditularkan dari daerah yang kelihatannya tidak aktif. Sebagian besar penularan herpes genitalis ini terjadi melalui kontak seksual. Sulitnya, kadang-kadang penderita tidak sadar bahwa ia sedang kambuh, sehingga dengan melakukan hubungan seks yang tidak terlindungi, ia menularkan virus ini ke pasangannya.
Memang akibat infeksi HSV-2 jarang sampai menimbulkan kematian pada orang dewasa. Namun herpes genitalis perlu penanganan serius, karena selain belum ada obat atau vaksin yang efektif, perkembangan akibatnya pun sulit diramalkan. Infeksi primer dini yang segera diobati besar kemungkinan akan dapat mencegah penyakit ini kambuh, sedangkan infeksi rekuren (ulangan) hanya dapat dibatasi frekuensi kambuhnya.
Suami atau istri dengan pasangan yang pernah terinfeksi herpes genitalis perlu melakukan proteksi individual dengan cara menggunakan dua macam alat perintang, yaitu spermicidal foam (busa pembasmi sperma) dan kondom. Spermicidal foam mampu mematikan virus, sedangkan kondom berfungsi untuk menghambat atau mengurangi masuknya virus. Sementara itu si pengidap harus berusaha menyingkirkan faktor-faktor pencetus seperti yang sudah diungkapkan di atas.
Yang juga dikhawatirkan adalah penularan ibu yang mengidap HSV kepada bayi yang dikandung/dilahirkannya. Bila penularan (transmisi) terjadi pada trimester I kehamilan, hal itu cenderung mengakibatkan abortus. Sedangkan pada trimester : II bisa terjadi kelahiran prematur. Bayi yang lahir dari ibu yang menderita herpes genitalis dapat menderita kelainan yang sangat beragam, mulai dari hepatitis, ensefalitis bahkan bisa lahir dalam keadaan mati.
Selain pencegahan terhadap penularan serta menghindari faktor pencetus bagi penderita, yang perlu juga diperhatikan adalah kondisi kejiwaan bagi penderita herpes genitalis ini. Anggapan bahwa herpes adalah penyakit kotor, tidak dapat disembuhkan, menular dengan mudah, dll, membuat orang yang terkena herpes akan malu dan takut melakukan pemeriksaan dan berobat. Padahal apabila pengobatan dilakukan sedini mungkin, maka penyakit ini lebih bisa dikendalikan.
Penyakit herpes genitalis menular melalui kontak kulit langsung yaitu dari daerah yang terinfeksi ke daerah yang tertular. Misalnya saat seseorang yang terinfeksi mencium atau melakukan hubungan seks seperti oral, vagina atau dubur, maka bisa menyebabkan pasangannya tertular.
Herpes jenis ini paling mudah menular jika kondisi seseorang sedang sakit, biasanya ditandai dengan rasa gatal, kesemutan dan sensasi lain sebelum muncul apapun di kulit.
C. CARA MENGHINDARI
Pada dasarnya cara termudah untuk menghindari penyakit herpes genitalis adalah dengan tidak bergonta-ganti pasangan. Sebab, penyakit herpes genitalis atau disebut juga penyakit herpes kelamin, sangat mudah menular pada orang yang biasa berganti-ganti pasangan.
Banyak orang yang tidak menyadari bahwa dirinya sudah terinfeksi virus herpes karena terkadang herpes tidak menimbulkan gejala. Bagaimana penularan penyakit herpes ini dan cara menghindarinya?
Terdapat dua jenis penyakit herpes yang bisa menginfeksi manusia yaitu penyakit herpes zooster (shingles) yang terlihat seperti cacar dan juga penyakit herpes genital (herpes simplex).
Kedua penyakit ini disebabkan oleh infeksi virus yang berbeda. Jika penyakit herpes zooster disebabkan oleh virus varicella zoster (VZV), penyakit herpes genital disebabkan oleh Herpes HSV 2 (Herpes Simplex Virus 2). Kedua penyakit ini memang berbeda, tapi keduanya merupakan penyakit yang menular.
Ada beberapa cara yang bisa dilakukan agar terhindar dari penyakit herpes genitalis, diantaranya adalah:
•    Menggunakan kondom baik untuk laki-laki atau perempuan. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa virus herpes tidak dapat melewati kondom latex jika digunakan dengan benar. Praktik ini cukup bisa mengurangi risiko penularan.
•    Jujur dengan pasangan jika salah satu memiliki infeksi penyakit seksual, hal ini bisa membantu mengurangi penularan melalui kontak seksual.
•    Jangan melakukan seks oral jika sedang flu atau diketahui memiliki HSV 1 di dalam mulut, karena ini bisa menjadi penyebar virus ke alat kelamin.
Setia pada satu pasangan (monogami) dan melakukan praktik seks yang aman setiap kali berhubungan tanpa ada pengecualian. Mengurangi gesekan dan juga mencegah timbulnya luka kecil di vagina atau penis yang berpotensi masuknya virus ke tubuh.
Mencuci tangan setelah menyentuh luka sebelum menyentuh bagian tubuh lain untuk menghindari penyebaran virus.
D. PENCEGAHAN
Pencegahan herpes genitalis tentu dilakukan dari diri kita sendiri dan keluarga. Agar penyakit herpes genitalis tidak menular diantara anggota keluarga. Salah satu pencegahan herpes genitalis adalah dengan tidak melakukan kontak fisik terutama hubungan seksual dengan penderita herpes gentialis.
Herpes genitalis, atau herpes simpleks virus tipe dua disebarkan melalui kontak langsung pada kulit dengan individu lain yang terinfeksi dengan penyakit tersebut. Ini adalah salah satu cara ditularkannya penyakit herpes genitalis dari satu orang ke orang lain. Virus herpes simpleks tipe dua ini hidup di dalam molekul kecil yang ada pada kulit dan selaput lendir. Untuk menginfeksi individu lain, virus herpes simplex masuk melalui lecet kecil yang ada pada kulit dan terkadang melalui selaput lendir yang terletak di mulut atau daerah genital dari individu yang terinfeksi penyakit herpes genitalis.

KLAMIDIA
Penyakit Klamidia merupakan penyakit kelamin dan merupakan salah satu penyakit dari golongan penyakit menular seksual (PMS). Penyakit klamidia dapat menginfeksi penis, vagina, leher rahim, dubur, saluran kencing, mata, atau tenggorokan.
A. GEJALA
Gejala klamidia pada perempuan antara lain: Sekit perut Keputihan abnormal Perdarahan 6\ luar menstruasi
•    Demam ringan
•    Hubungan seks menyakitkan
•    Nyeri atau rasa terbakar saat kencing
•    Pembengkakan di dalam vagina atau di sekitar anus
•    Ingin buang air kecil melebihi biasanya
•    Perdarahan vagina setelah berhubungan
•    Keluarnya cairan kekuningan dari leher rahim yang mungkin memiliki bau yang kuat

Gejala klamidia pada pria antara lain:

•    Nyeri atau rasa terbakar saat kencing
•    Cairan bernanah atau seperti susu dari penis
•    Testis bengkak atau lembek
•    Pembengkakan di sekitar anus

B. Penyebab
Penyebab penyakit klamidia antara lain adalah :
1.    Seks bebas (free sex)
2.    Aktivitas seksual yang tidak sehat
3.    Tidak menggunakan pengaman atau kondom saat berhubungan
4.    Tidak bisa menjaga kesehatan organ intim
5.    Pola hidup yang tidak sehat

C. Pencegahan
Pencegahan yang dapat dilakukan adalah:
1.    Hindari Seks bebas (free sex)
2.    Gunakan pengaman saat berhubungan seksual
3.    Jaga kesehatan organ intim

4.    Lakukan pola hidup sehat
5.    Menjauhkan diri dari hubungan seks lewat vagina, anal dan oral dengan pasangan yang terinfeksi. Jika Anda memilih untuk melakukan hubungan seks, gunakan kondom.
Setia pada satu pasangan
Penyakit Klamidia merupakan salah satu penyakit yang menular. Penyakit ini tergolong kedalam penyakit menular seksual (PMS) yang menyerang sistem atau organ repoduksi. Penyakit ini mempunyai kemiripan dengan penyakit gonore, klamidia banyak menginfeksi orang yang sering melakukan hubungan seksual dengan lebih dari satu pasangan ataupun bisa dikatakan dengan seks bebas. Penyakit ini sangat mudah menular sehingga harus sangat waspada dan hati-hati, penyakit ini menyerang pada pria maupun wanita. Di Amerika, klamidia merupakan penyakit yang bisa diobati. Tetapi hampir empat juta orang pertahunnya terinfeksi penyakit ini, hal ini dikarenakan maraknya seks bebas.
Bagi wanita yang terinfeksi penyakit ini, dia akan mengalami kejang di perut bagian bawah, perubahan jadwal haid, sakit saat buang air kecil, pendarahan dan perubahan lendir pada alat kelamin. Sedangkan pada pria, akan mengeluarkan lendir pada kemaluan, sakit saat buang air kecil, sakit dan ngkak pada buah zakar. Bahkan pada wanita dan pria, infeksi >ada dubur bisa terjadi tanpa sepengetahuan penderita. ’enderita hanya akan merasakan sakit dan lendir pada dubur.
Pencegahan bisa dilakukan dengan tidak melakukan aktifitas $eks sebelum menikah, setialah pada pasangan, jauhi perilaku seks menyimpang dan beresiko, dekatkan diri kepada Tuhan dan ajaran agama, filtrasi ajakan, dorongan, atau pun himbauan yang mengajak langsung ataupun tidak langsung kepada perbuatan amoral, seperti melalui media-media informasi seperti televisi, radio, majalah, koran, internet, dan sebagainya, itulah yang perlu dilakukan.
D. CARA PENULARAN
Bagaimanakah penularannya?
Seks bebas tentu saja. Chlamydia tersebar melalui hubungan intim dengan penderitanya, akan lebih rentan lagi jika Anda giat berganti pasangan. Penyakit ini timbul 2-14 hari setelah terinfeksi. Jika sudah demikian penderita bisa mengidap penyakit ini selama berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun tanpa mengetahuinya.
Bagi wanita, akan mengalami kejang di perut bagian bawah, perubahan jadwal haid, sakit saat buang air kecil, pendarahan dan perubahan lendir pada alat kelamin. Sedangkan pada pria, akan mengeluarkan lendir pada kemaluan, sakit saat buang air kecil, sakit dan bengkak pada buah zakar.
Bahkan pada wanita dan pria, infeksi pada dubur bisa terjadi tanpa sepengetahuan penderita. Penderita hanya akan merasakan sakit dan lendir pada dubur.
TRIKOMONIASIS
Trikomoniasis adalah suatu penyakit menular seksu< pada vagina atau uretra yang disebabkan oleh Trichomonas vaginalis.
A. Penyebab
Trichomonas vaginalis, organisme bersel tunggal yang memiliki ekor seperti cambuk. Meskipun organisme ini bisa menginfeksi saluran kemih-kelamin pria dan wanita, tetapi gejala-gejalanya lebih sering ditemukan pada wanita. Sekitar 20% wanita pernah mengalami trikomoniasis vagina selama masa reproduktifnya. Pada pria, organisme ini menginfeksi uretra, prostat dan kandung kemih, tetapi kasusnya jarang menimbulkan gejala. Organisme ini lebih sulit ditemukan pada pria.
Trikomoniasis adalah salah satu dari Penyakit Menular Seksual (PMS). Trikomoniasis paling sering menyerang wanita, namun pria dapat terinfeksi dan menularkan ke pasangannya lewat kontak seksual. Pada wanita tempat yang paling sering terinfeksi adalah vagina, sedangkan pada pria tempat infeksi paling sering adalah saluran kemih.
Penularan Trikomoniasis terjadi tidak hanya saat melakukan kontak seksual. Seorang pengidap Trikomoniasis dapat menularkan parasit pada orang lain melalui pinjam meminjam handuk dan pakaian dalam. Untuk menghambat dan mencegah penularan disarankan untuk menjaga kebersihan alat vital, tidak berganti-ganti pasangan seksual, serta mengenakan kondom.
Pada wanita, penyakit ini biasanya dimulai dengan cairan dari vagina yang berbusa dan berwarna kehijauan. Vulva (alat kelamin wanita bagian luar) bisa luka, dan hubungan intim bisa menyebabkan rasa vulva dan kulit di sekitarnya bisa
meradang dan bibir kemaluan (labia) membengkak. Timbul rasa nyeri ketika berkemih dan frekuensi berkemih menjadi sering, menyerupai gejala dari infeksi kandung kemih.
Penderita pria sering tidak menunjukkan gejala tetapi bisa menginfeksi mitra seksualnya. Beberapa diantaranya mengeluarkan cairan berbusa atau cairan seperti nanah dari uretra, mengalami nyeri saat berkemih dan desakan berkemih yang lebih sering. Gejala-gejala ini biasanya timbul di pagi hari. Uretra bisa mengalami peradangan ringan, dan kadang-kadang ujung penis tampak lembab. Infeksi pada epididimis menyebabkan nyeri pada buah zakar. Prostat juga bisa terinfeksi.
Padawanita,diagnosisbiasanyaditegakkanberdasarkan basil pemeriksaan mikroskopik terhadap contoh cairan vagina. Pada pria dilakukan pemeriksaan mikroskopik terhadap sekret dari ujung penis yang diambil pada pagi hari sebelum penderita berkemih dan sebagian dibiakkan di laboratorium. Jika hasil pemeriksaan mikroskopik belum meyakinkan, bisa dilakukan pembiakan air kemih.
C. Pengobatan
Metronidazol dosis tunggal per-oral (melalui mulut) bisa menyembuhkan sampai 95% penderita. Karena efektivitas dosis tunggal pada penderita pria masih diragukan, maka kepada penderita pria obat ini biasanya diberikan selama 7 hari. Bila diminum bersama alkohol, metronidazol bisa menyebabkan mual dan kemerahan di kulit. Obat ini juga bisa menyebabkan penurunan jumlah sel darah putih dan pada wanita meningkatkan terjadinya inft’ genitalis). Metronidazol tidak boleh d hamil.
Telah ditemukan bahwa metronidazol berhasil membunuh T. vaginalis, akan tetapi penggunaannya selama kehamilan menjadi kontroversi karena dapat menyebabkan mutagenesis dan bersifatkarsinogen pada model yangdigunakan dalam uji laboratorium. Burtin d.k.k melaporkan meta analisis dari tujuh studi yang menunjukkan bahwa metronidazol tidak meningkatkan risiko lahir cacat pada janin selama trimester pertama, sehingga metronidazol disarankan untuk digunakan hanya selama trimester kedua dan trimester ketiga. Pengobatan selama kehamilan pada wanita dan pasangan seksnya berpotensi untuk mencegah komplikasi kelahiran prematur serta infeksi pada keturunannya, karena apabila pasangan seks tidak mendapatkan pengobatan, maka wanita dapat terkena trichomoniasis kembali.
Tinidazole (2 gram dosis oral tunggal) merupakan terapi minimal yang memiliki keunggulan lebih daripada metronidazole untuk pengobatan trikomoniasis. Pada resistensi metronidazole, tinidazole (dalam berbagai dosis) telah mencapai tingkat kesembuhan 90% dan lebih tinggi. Perbedaan yang paling penting antara kedua obat ini yaitu tinidazole yang lebih toleransi dan kurang toksik dibandingkan metronidazole, bahkan pada dosis yang tinggi.
D. TES DAN PEMERIKSAAN LABORATORIUM
1.    Diagnosis dibuat dengan langsung mengamati trichomonas melalui mikroskop “Trichomonas Vaginalis” terlalu kecil untuk dilihat dengan mata telanjang). Trichomonas berbentuk buah pir dan memiliki flagela beberapa (ekor whiplike) pada salah satu ujungnya.
2.    Tes laboratorium hanya dilakukan jika dokter mencurigai trikomoniasis sebagai kemungkinan diagnosis.
3.    Dokter akan mengumpulkan spesimen selama pemeriksaan panggul.
4.    Dokter memasukkan spekulum ke dalam vagina dan kemudian menggunakan aplikator kapas-tipped untuk mengumpulkan sampel.
5.    Sampel tersebut kemudian ditempatkan ke slide mikroskop dan dikirim ke laboratorium untuk dianalisis.
6.    Trichomonas terlihat jarang selama pengujian urin.

E.    PENCEGAHAN
Cara Pencegahan:
a.    Melakukan ANC selama masa kehamilan utuk skrining IMS (Infeksi Menular Seksual)
b.    Meningkatkan higiene perorangan dan sanitasi lingkungan
c.    Seks yang aman dan dengan satu pasangan
d.    Peningkatan status sosial ekonomi

KUTU KELAMIN

Kutu tak hanya hinggap di rambut kepala. Makhluk kecil menjengkelkan itu juga suka hinggap di bagian tubuh lainnya yang ditumbuhi rambut seperti ketiak, janggut, dada termasuk rambut kemaluan. Kutu kelamin paling doyan hinggap di kemaluan remaja.
Kutu kelamin (Pediculosis | disebut dengan kutu kepiting (crabs) ad; yang ditemukan terutama di daerah kelamin manusia. Istilah kepiting diber
mikroskopiknya yang menyerupai kepiting. Kita harus yakin bahwa kita semua menjaga kebersihan semua badan kita. Jangan sampai binatang ini ada di tubuh anda. Berikut penjelasan tentang kutu yang menyebalkan serta menjijikkan ini.
A. FAKTOR PENYEBAB
Kutu kelamin atau yang sering disebut dengan Pediculosis pubis atau Phthirus pubis adalah serangga penghisap darah yang sering ditemukan dan hidup di kulit sekitar organ kelamin. Kutu kelamin ini digolongkan menjadi salah satu penyakit menular seksual. Karena faktor penyebab penularan terbesar penyakit ini adalah melalui hubungan seksual. Maka dari itu penyakit kelamin ini banyak menyerang pada orang-oramg yang aktif melakukan hubungan seksual, seperti penyait menular seksual lain pada umumnya. Terutama pada orang yang memiliki patner hubungan seksual bergonta-ganti atau lebih dari satu serta orang yang kurang menjaga kebersihan diri nya.
Dan beberapa penyebab serta cara penularan yang lain yaitu antara lain dengan jalan:
•    Sumber infeksi kutu kelamin adalah kontak intim dengan orang yang terinfeksi
•    Karena penularan terjadi selama hubungan intim, hubungan seksual yang sebenarnya tidak diperlukan untuk penyebaran kutu kelamin
Kutu kelamin juga dapat ditularkan melalui kontak dengan barang-barang yang terkontaminasi seperti handuk, seprai atau pakaian.
Kutu tidak melompat atau terbang, maka kontak sebenarnya diperlukan untuk transmisi. Seorang individu mungkin memperoleh infeksi karena tidur bersama atau dari handuk
•    Kutu kelamin dapat mempengaruhi semua orang, namun tingkat tertinggi ditemukan pada remaja, biasanya pada remaja yang sudah aktif secara seksual, baik pria maupun wanita. Hal ini mungkin terjadi karena remaja kurang peduli dengan kebersihan kelamin.
•    Pada wanita yang suka berenang penularan infeksi ini bisa disebabkan karena pemakaian baju renang yang bergantian.
•    Kucing, anjing dan hewan peliharaan lainnya tidak terlibat dalam penyebaran kutu manusia.
Penyakit kutu kelamin ini juga akan meningkat resikonya pada orang-orang yang:
•    Aktif secara seksual
•    Berusia antara 14 hingga 40 tahun
•    Melakukan kontak langsung dengan orang yang terinfeksi
•    Tinggal di sebuah kondisi kehidupan yang penuh sesak
B. GEJALA
Gejala infeksi kutu kelamin:
•    Gatal dan terbakar di daerah kemaluan
•    Gatal dapat menyebar karena kutu kelamin bergerak ke daerah basah lain dari tubuh seperti ketiak
•    Gatal akan memburuk pada malam hari
•    Menggaruk intens dan lama dapat mengakibatkan kulit terluka dan dapat menjadi terinfeksi oleh bakteri
•    Demam, terbakar ketika buang air kecil atau keluarnyap cairan kelamin.
C. TINDAKAN PERAWATAN
Tindakan perawatan untuk mengatasi infeksi kutu
kelamin:
•    Mengeramasi rambut kemaiuan dan wilayah sekitarnya sedikitnya selama 5 menit.
•    Bilas dengan baik.
•    Menyisir rambut kemaiuan dengan sisir bergigi halus untuk menghilangkan telur.
•    Beberapa dokter menyarankan menggunting rambut kemaiuan dengan pisau cukur listrik nonsharp untuk mengurangi jumlah kutu dan telur.
D. PENCEGAHAN
a.    Jika diantara keluarga ada yang penderita kutu kemaiuan maka lakukan pengobatan secara bersamaan dengan mereka.
b.    Cuci pakaian secara terpisah.

c.    Jangan menggunakan alat pribadi secara bersamaan, seperti topi, sisir, sikat, dan Iain-lain.
d.    Hindari mandi di tempat umum.
Jaga kebersihan kemaluan, termasuk rambut, dan tempat tidur karena kutu ini juga bisa bersarang di perlengkapan tempat tidur.
Lakukan hubungan seksual yang sehat.
Bicarakan dengan anggota keluarga tentang apa yang terjadi pada diri kita.
KUTIL KELAMIN
Di jaman seperti ini penyakit PMS (penyakit menular seksual) memang sudah tidak asing lagi, dari mulai orang dewasa, kalangan remaja, bisa mengalami penyakit PMS. Dan salah satu Penyakit Menular Seksual (PMS) yang sering terjadi adalah penyakit kutil kelamin. Genital wartes atau sering disebut dengan penyakit kutil kelamin merupakan salah satu penyakit menular seksual yang cukup banyak penderitanya. Penyakit ini terjadi karena disebebakan adanya infeksi yang diakibatkan oleh aktivitas seksual yang tidak sehat, misalnya sering bergonta ganti pasangan. Virus yang mengakibatkan terjadinya penyakit kutil kelamin adalah virus human papillomavirus (HPV). Seperti yang dijelaskan diatas tadi, virus ini bisa ditularkan karena bergonta-ganti pasangan.Gejala penyakit kutil kelamin muncul sekitar 2-4 minggu setelah terinfeksi, kutil biasanya tidak menyakitkan, tetapi dapat menyebabkan gatal-gatal. Penampilan kutil bervariasi, dari benar-benar datar sampai kasar seperti kembang kol. Kutil bisa begitu datar sehingga tidak terlihat dengan mata telanjang, tetapi dapat menyebabkan nyeri dan gatal. Mereka dapat muncul secara sendiri-sendiri atau berkelompok. Pada pria, kutil kelamin biasanya muncul di penis atau di bawah kulup. Kutil kelamin juga dapat muncul di dalam uretra, biasanya hanya pada meatus uretra (pembukaan uretra di kepala penis). Pada wanita, kutil kelamin terlihat pada vagina, labia atau uretra. Baik pada pria maupun wanita, kutil dapat muncul pada rektum dan daerah sekitarnya.
Kutil kelamin muncul sekitar 2-4 minggu setelah infeksi, tetapi seringkali perlu beberapa bulan sampai terlihat nyata. Kutil biasanya tidak menyakitkan, tetapi dapat menyebabkan gatal-gatal. Penampilan kutil bervariasi, dari benar-benar datar sampai kasar seperti kembang kol. Kutil bisa begitu datar sehingga tidak terlihat dengan mata telanjang, tetapi dapat menyebabkan nyeri dan gatal. Mereka dapat muncul secara sendiri-sendiri atau berkelompok. Pada pria, kutil kelamin biasanya muncul di penis atau di bawah kulup. Kutil kelamin juga dapat muncul di dalam uretra, biasanya hanya pada meatus uretra (pembukaan uretra di kepala penis). Pada wanita, kutil kelamin terlihat pada vagina, labia atau uretra. Baik pada pria maupun wanita, kutil dapat muncul pada rektum dan daerah sekitarnya.
Gejala penyakit kutil kelamin:
1.    Karena mengalami infeksi pada daerah alat kelamin, maka akan timbul ketidak nyamanan dalam melakukan hubungan seksual, serta mengurangi gairah seksual.
2.    Merasa sakit pada saat melakukan hubungan seksual.
3.    Mersakan gatal pada daerah alat kelamin yang terkena infeksi.
4.    Jika seorang wanita terserang penyakit ini, maka biasanya dapat dicirikan dengan peningkatan cairan vagina.
5.    Untuk mengenali kutil dapat terlihat tampak merah, abu-abu atau merah muda.

Semoga artikel kami bisa membantu anda ,
Tempat untuk konsultasi seputar penyakit kelamin keluar nanah pada pria
Artikel "Tempat untuk konsultasi seputar penyakit kelamin keluar nanah pada pria" ditulis oleh admin update terakhir pada 7th April 2016 Categories: Uncategorized Tags: permalinks http://29ok.net/tempat-untuk-konsultasi-seputar-penyakit-kelamin-keluar-nanah-pada-pria.html di 29OK.net

Related Posts:

2015 - 29OK.net